Pj. Bupati Asren Hadiri Kegiatan Sosialisasi Tindak Pidana Pencucian Uang


Dengan melibatkan Bupati/Walikota se-Sumatera Utara, Kejatisu dan Kejari se-Sumatera Utara, Pimpinan OPD Pemprovsu, Inspektur se-Sumatera, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Biro Hukum Setda Provsu menggelar kegiatan sosialisasi dengan tema "Menghindari Jerat Delik Korupsi Dan Tindak Pidana Pencucian Uang" di Aula Raja Inal, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Selasa (29/10).


Hadir dalam kesempatan tersebut Pj. Bupati Pakpak Bharat, Dr. H. Asren Nasution, MA  didampingi Inspektur Kabupaten Pakpak Bharat, Budianta Pinem, Kepala Bagian Hukum, Romian Sitopu, SH, dengan narasumber Dr. M. Adi Toegaridman, SH, MH (Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus) dan Plt. Kepala Biro Hukum KPK RI.


Dikatakan Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah, pemprov akan terus berupaya memberantas tindak pidana korupsi dan pencucian uang. Untuk itu, sosialisasi pemahaman tentang tindak pidana korupsi (TPK) dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) ini diharapkan bisa menghindarkan para kepala daerah dan pejabat pemerintahan dari jerat tindak pidana tersebut.


“Pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak kita semua agar menyikapi makna serta hakekat sosialisasi ini dengan baik. Kita ikuti dengan serius dan ajukan pertanyaan-pertanyaan apa saja yang menjadi kebingungan atau kendala yang dihadapi selama ini,” ujar Wagub Musa Rajekshah.


Sementara itu, menurut Pj. Bupati Pakpak Bharat, Dr. H Asren Nasution, MA, perilaku korupsi dan pencucian uang di kalangan pemerintahan cenderung fluktuatif. Sejauh ini, kata dia pihaknya senantiasa berupaya memberantas kedua tindak pidana tersebut. Antara lain, dengan membekali para pejabatnya serta pimpinan BUMD berupa wawasan dan pengetahuan di bidang hukum.


“Melalui sosialisasi ini, kiranya dapat menjadi komitmen bersama untuk kita menciptakan pemerintahan yang baik. Meliputi aspek transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas, sekaligus konsisten dengan prinsip kebijakan yang akurat, pelaksanaan yang tepat, dan pengawasan yang ketat,” imbuh Asren.